Bang, Yuk Nikah Yuk Bang


Assalamu'Alaykum abang.
Malu rasanya jika aku harus mengungkapkan segalanya kepadamu.
Namun tak mengapa, cukup aku menulis sedikit harapan agar kau mampu tuk mengartikan apa maksud dan keinginanku selama ini.

Abang.
Sekiranya kita sudah sama-sama dewasa
Sudah saatnya untuk mencari atau dicari sebagai pelengkap separuh agama.
Tapi mengapa kau masih berdiam diri?
Tak usahlah pikirkan karirmu.
Tak usahlah pikirkan pekerjaanmu.
Jika telah mampu?
Pilihlah yang sesuai pada hati nuranimu.

Mungkin bagimu sulit?
Butuh banyak materi untuk melakukannya
Sebab bukan perkara yang dianggap bercanda
Karena itu terlalu sakral
Janji sehidup semati akan terucapkan
Dihadapan para saksi kau akan membuktikan keseriusanmu itu.

Abang.
Apakah kau tak pernah merasa sendiri?
Jika iya, memang sudah saatnya kau melangkahkan kakimu tuk menuju kehidupan baru selanjutnya.
Jangan ragu.
Biarkan kehadiran seseorang yang akan menemani kisahmu sekarang, esok dan selamanya.

Aku hanya ingin membuatmu yakin
Dan semoga kau mempercayainya.
Semoga kau paham.
Semoga hatimu tergugah.
Tulisan ini bisa kau ingat sebagai proposal dariku.
Proposal yang tak tahu bagaimana jawabannya.

Walau aku bukan wanita yang terhormat layaknya Khadijah Rhadiyallahu Anh.
Aku takkan sungkan tuk mengatakan.
Abang, apakah aku bisa menjadi sisi pelengkap dari ibadah dalam agamamu dan agamaku?
Pastikan kau tahu, ke mana kakimu mencari arah untuk menemui kedua orangtuaku.

Cukup sekian, maaf jika kau terganggu atas
Kalimat yang tak nyaman untuk kau baca.
Semoga Allah menjagamu ditiap-tiap langkahmu.
Salam, dari wanita yang kini menanti sebuah jawaban atas impiannya.


Tulisan dari seorang wanita yang separuh agamanya masih menjadi rahasiaNya : @amaliahrh

Buat lebih berguna, kongsi:
close