Yakinlah Bahwa Tulang Rusuk dan Pemiliknya Tak Akan Pernah Tertukar


Seakan menjadi sebuah paksaan saat kau lebih memilih perasaanmu, tanpa berfikir ulang tentang apa yang kau tuangkan adalah sebuah kesementaraan yang fana. Aku hanya meminta "satu" dan tak lebih dari itu. saat kau mengutarakan hasrat yang kau simpan dalam hatimu, pada waktu yang memang benar-benar kaupun sendiri tak menginginkannya.


Kata-kata yang kau ucap, begitu lembut. Namun mengertilah, ini bukanlah saatnya. memang lah kita tak saling bertemu, dan saat inipun kau berada ditempat yang berbeda denganku. walaupun hanya sebatas layar yang menghalanginya, apakah ini tak berarti "zina"?


Mengertilah, aku hanya meminta "satu" dan tak lebih dari itu. Saat kau ucap "tunggu aku". apakah perkataan itu tak mengartikan seakan "kau memintaku untuk menunggu"?. menunggumu tanpa kepastian. yang hanya menggantungkan hati satu pihak.


Memanglah semua ada prosesnya, dan semuapun ada perjuangannya. mengertilah, hanya "satu" permintaanku, jika memang engkau menghendaki "aku" sebagai bagian hidupmu. maka aku mohon segerakanlah tanpa membuang-buang waktu dalam kepalsuan. jika memang engkau belum lah siap untuk itu, kumohon jauhilah diriku. cukuplah bagi dirimu menyapaku dalam do'amu. dukunglah aku agar tetap menjaga hati dalam keistiqomahan dengan do'amu.


Jikapun engkau mengusahakannya, maka percayalah bahwa hati ini akan tetap terjaga untuk mu. berusaha lah untuk memantaskan dirimu untuk dapat menjadi "pembimbing yang baik" bagi keluarga kecil kita nanti.


Namun, jika memang"aku" bukan jawaban atas usaha dan do'a mu. maka ikhlaskanlah, janganlah memaksa. ketahuilah Allah selalu mempunyai rencana terbaik-Nya untuk kau dan aku.


Yakinlah bahwa tulang rusuk dan pemiliknya tak akan pernah tertukar. Maaf jika untuk saat ini aku hanya menginginkan "satu" CintaHakiki

Buat lebih berguna, kongsi:
close